Kampong Thom, 5 Maret 2026 – Seorang warga negara asing (WNA) asal Kamboja berinisial S (32) ditemukan tewas dengan luka tusuk di bagian dada dan leher di sebuah rumah kos di kawasan Stung Sen, Kampong Thom, pada Rabu malam (4 Maret 2026) sekitar pukul 22.30 waktu setempat.
SITUS TOTO TERPERCAYA

Menurut keterangan saksi dan hasil investigasi awal Polisi Militer Kampong Thom, korban adalah seorang pekerja konstruksi yang sudah tinggal di Kamboja selama 4 tahun terakhir. Korban ditemukan oleh pemilik kos setelah mendengar jeritan dan suara ribut dari kamarnya.

Kronologi Singkat

  • Sekitar pukul 21.45: Korban terlihat masuk ke kamar bersama dua pria lokal (diduga kenal dekat).
  • Pukul 22.15–22.30: Tetangga mendengar suara berantem dan jeritan, lalu memanggil pemilik kos.
  • Pukul 22.45: Polisi dan ambulans tiba, korban sudah tidak bernyawa dengan 3 luka tusuk dalam (diduga menggunakan pisau dapur).
  • Barang bukti: pisau berlumur darah, dompet korban yang kosong, dan handphone yang rusak.

Penangkapan Pelaku

Pagi ini (5 Maret 2026) sekitar pukul 07.00, polisi berhasil menangkap dua tersangka berinisial:

  • K (28) – pekerja bangunan, tetangga kos korban
  • P (25) – sopir ojek online, teman dekat tersangka pertama

Kedua pelaku ditangkap di rumah masing-masing tanpa perlawanan. Polisi menyita:

  • Pisau yang diduga senjata pembunuhan
  • Uang tunai sekitar 1.200 USD (diduga milik korban)
  • Handphone kedua tersangka yang berisi chat dan transfer uang mencurigakan

Motif Awal

Kepala Polisi Kampong Thom, Kolonel Chhay Sovann, menyatakan motif utama diduga perebutan uang dan masalah pribadi. Korban diketahui sering meminjamkan uang kepada tersangka K untuk biaya hidup dan judi online. Ketegangan memuncak setelah korban menagih utang yang sudah menumpuk hampir 3.500 USD.

“Korban sempat mengancam akan melapor ke polisi jika utang tidak dilunasi. Malam itu terjadi percekcokan hebat yang berujung pembunuhan,” ujar Kolonel Chhay Sovann dalam konferensi pers pagi ini.

Respons Pemerintah & Kedutaan

  • Kedutaan Besar Indonesia di Phnom Penh telah diinformasikan (meski korban bukan WNI, kasus ini menarik perhatian karena lokasi dekat perbatasan).
  • Pemerintah Provinsi Kampong Thom berjanji akan memberikan perlindungan ekstra bagi pekerja asing di sektor konstruksi dan meminta perusahaan memantau keselamatan karyawan mereka.

Saat ini kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif. Polisi belum menutup kemungkinan adanya pelaku ketiga atau motif lain. Kasus ini diproses dengan pasal pembunuhan berencana (Pasal 199 KUHP Kamboja) yang ancamannya hukuman penjara seumur hidup atau mati.

Masyarakat Kampong Thom diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap konflik utang-piutang dan perjudian daring yang sering menjadi pemicu kekerasan. Jika menemukan situasi mencurigakan, segera hubungi polisi melalui nomor darurat 117 atau 119.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *